Selamat Datang di Blog resmi Anak Fisika IIC angkatan 2010(FONEC EINSTEIN) LAPORAN ADALAH TEMAN FONEC EINSTEIN 2010: KUMPULAN MAKALAH BAHASA INDONESIA

Minggu, 13 Februari 2011

KUMPULAN MAKALAH BAHASA INDONESIA



Tugas kelompok        : V ( lima )
Mata kuliah               : Bahasa Indonesia
Dosen                          : Drs. Suardi, M.Pd




KALIMAT



DISUSUN OLEH



Ø  ARDIANSAH
Ø  HARINI
Ø  RAHMIYATI





UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
JURUSAN FISIKA 2010



KATA PENGANTAR

BISMIL_1

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas Rahmat dan Karunia-Nya kita berada dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan segala kesederhanaannya.
Makalah ini secara garis besar membahas tentang kalimat. Dimana untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang benar, kita perlu memperhatikan syarat-syarat penyusunan kalimat seperti tata kalimat dan keefektifan kalimat.
 Penyusun telah mengupayakan penyusunan makalah ini dengan semaksimal mungkin. Akan tetapi, kami pun menyadari akan kelemahan dan keterbatasan Ilmu pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu, kami akan sangat berterima kasih dan menerima dengan senang hati masukan-masukan dan kritik serta saran yang membangun dari para pembaca sekalian guna kesempurnaan makalah ini.
Demikianlah makalah ini kami susun, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Alhamdulillah.
                                                                                                Makassar,  Desember 2010

Penyusun



DAFTAR  ISI

Kata pengantar...................................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar belakang.......................................................................................................1
  2. Rumusan masalah .................................................................................................1
  3. Tujuan ...................................................................................................................1
  4. Manfaat..................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
I.                   Tata kalimat...........................................................................................................2        
II.                Kalimat efektif.......................................................................................................4
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan...........................................................................................................9
B.     Saran.....................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA



 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain kata, frase, klausa, dan kalimat. Kata merupakan tataran terendah dan kalimat merupakan tataran tertinggi. Begitu pula ketika mengarang, kata merupakan kunci utama membentuk karangan. Oleh karena itu, sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia harus dipahami agar ide maupun pesan seseorang dapat dimengerti. Dalam kenyataannya, kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi harus dipahami dalam konteks kalimat, alinea maupun wacana. Kata sebagai unsur bahasa, tidak dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Akan tetapi, kata-kata tersebut harus mengikuti kaidah-kaidah yang benar.
Dalam berbicara pun  dibutuhkan pemilihan kata yang baik. Penulisan karangan memerlukan pengetahuan yang cukup luas karena pada dasarnya mengarang adalah menyusun ribuan pikiran yang dituangkan dalam kalimat-kalimat yang di dalamnya terdapat rangkaian kata-kata. Karangan dikatakan baik kalau bahasanya tersusun baik serta ide yang diuraikan berurutan dengan pilihan kata yang tepat. Dengan demikian, orang yang membaca karangan itu akan dapat memahami jalan pikiran dan perasaan pengarang. Mengarang yang baik tidak akan datang dengan sendirinya karena mengarang atau menulis membutuhkan ketekunan, keuletan, dan latihan terprogram serta terpimpin agar tercapai tujuan yang diinginkan.
Menulis merupakan kegiatan yang mampu menghasilkan ide-ide dalam bentuk tulisan secara terus-menerus dan teratur (produktif) dan mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan (ekspresif). Oleh karena itu, keterampilan menulis atau mengarang membutuhkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Salah satu unsur penting dalam mengarang adalah penguasaan kosa kata. Kosa kata merupakan bagian dari diksi.
Ketepatan diksi baik dalam berbicara maupun dalam suatu karangan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Ketidaktepatan penggunaan diksi pasti menimbulkan ketidakjelasan makna.




Mata kuliah               :Bahasa Indonesia
Dosen                          : Drs. Suardi M.Pd


Tugas Kelompok     :IV
-         Marlinasyam
-         Putri Lomatasari
-         Misnawati
-         Fatmawati


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
JURUSAN FISIKA 2010

KATA PENGANTAR


Puji syukur kita ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena berhmat dan hidayah-Nya lah hingga proses penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan baik. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah  ini,hingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktu yang di inginkan.
Makalah ini membahas tentang DIKSI atau pemilihan kata. Di mana dalam makalah ini kita dapat memahami seberapa pentingnya Diksi dalam berbicara baik dalam formal maupun non formal, serta dalam pembuatan suatu karangan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan seperti yang diharapkan. Maka dari itu,kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah berikutnya. Semoha makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua,dan dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.






Makassar,24 Desenber 2010
                                                                                                     


                                                                                                              Kelompok IV
















BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Diksi
Diksi diartikan sebagai pilihan yang kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu sepperti yang diharapkan. Dari pernyataan itu tampak bahwa penguasaan kata seseorang akan mempengaruhi kegiatan berbahanya,termasuk saat yang bersangkutan membuat karangan.


1.               Diksi mencakup pengertian kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan suatu  gagasan, cara     menggabungkan kata-kata. Yang tepat, dan gaya yang paling baik digunakan dalam situasi tertentuak tepat .
2.             Diksi adalah kepampuan secara tepat membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan  situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar atau masyarakat pendengar atau pembaca.
3.          Diksi yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan kosakata yang banyak.

           Diksi adalah pilihan kata.Dalam penulisan karya ilmiah harus dilakukan pemilihan kata yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat,hasi ldari proses  pemilihan kata disebut pilihan kata.Pilihan kata merupakan aspek yang sangat penting dalam kegiatan berbahasa,karena apabila pilihan kata tidak tepat bahasa yang digunakan tidak efektif dan informasi yang disampaikan tidak jelas.

           Pilihan kata dalam penulisan karya ilmiah harus mengutamakan kata-kata bahasa Indonesia.Dalam pemiihan kata.hal yang perlu diperhatikan adalah ketepatan,kecermatan ,dan keserasian.Ketepatan berkaitan dengan kemampuan memailih kata untuk mengungkauapkan gagasan secara tepat dan diterima juga oleh pembaca atau pendengar secara tepat.Kecermatan berkaitan dengan kemampuan memilih kata dengan cermat.

           Pilihan kata atau diksi bukan hanya memilih kata-katanya cocok dan tepat untuk digunakan dalam mengungkapkan gagasan atau ide,tetapi juga menyangkut persoalan fraseologi  (cara memakai kata atau frase di dalam konstruksi yang lebih luas,baik dalam bentuk tulisan maupun ujaran),ungkapan dan gaya bahasa.
Fraseogi mencakup persoalan kata-kata dalam mengelompokkan atau susunanya,atau menyangkut cara-cara yang khusus berbentuk ungkapan-ungkapan.Pemilihaan gaya bahasa yang akan digunakan pun merupakan kegiatan memilih kata menyangkut gaya-gaya ungkapan secara individu.

          

 Orang yang banyak mennguasai kosakataakan lebih muda mengeluarkan kata-kata yang tepat untuk digunakan dalam menyampaikan gagasan.Orang yang kurang menguasai  kosakata terkadang  tidak bisa menempatkan kata terutama  yang bersinonim,sepertii kata meneliti sama artinya dengan kata Zmenyelidiki,mengamati,dan menyelidiki.Kata-kata turunannya penelitian,penyelidikan,pengamatan,dan penyidikan.Orang yang menguasai banyak kosakat akan menerima bahwa kata – kata tersebut mengandung arti yang sama,karena bisa menempatkan kata – kata itu dengan cermat sesuai dengan konteksnya.sebaliknya orang yang tidak menguasai kosakata akan mengalami kesulitan karena tidak mengetehui ada kata yang lebih tepat,dan tidak mengetahui ada perbedaan dari kata – kata yang bersinonim itu.

           Berikut ini akan disampaikan teknik pemilihan kata yang tepat dengan cara membandingkan antara contoh yang salah (tidak baku) dan yang benar (baku),serta contoh yang tidak tepat.

2.Teknik Pemilihan Kata (Diksi)

a.       Memilih kata-kata dalam bentuk baku karena dalam bahasa Indonesia banyak ditemukan juga kata-kata yang tidak baku.
b.        Menghindari kata-kata yang termasuk jargon atau prokem atau slang karena kata-kata tersebut tidak termasuk kata-kata baku,kecuali sebagai data.
c.       Menghindari pemakaian kata-kata dimana,yang mana,yang digunakan sebagai kata penghubung.
d.       Memilih kata-kata yang lugas,bermakna,dan bermakna denotative,bukan bermakna konotatif.
e.       Memilih kata-kata bersinonim yang paling tepat,yang memungkinkan satu tafsiran makna yang paling sesuai dengan konteks dan makna penulis.
f.         Memilih kata-kata yang tidak bermakna emotif
g.       Memilih kata yang tepat,terutama kata ganti,kata kebijakan dan kebijaksanaan,serta kata dari dan daripada.
Contoh
1.         Kata Ganti
Pemakaian kata saya,kita dan kami seringkali tidak tepat dan dikacaukan.Pemakaian kata ganti yang tepat adalah saya untuk orang pertama tunggal,kami untuk orang pertama jamak dan kita untuk orang pertama jamak.Pemakaian kata ganti yang tidak tepat adalah kami diganti kita,dilain kata Ia diganti kami.
2.       Kata kebijakan dan kebijaksanaan
Sebenarnya kedua kata tersebut merupakan kata yang benar dan baku.Akan tetapi,pemakaiannya berbeda sehingga sering tidak tepat.Kata kebijakan digunakan untuk menyatakan hal yang menyangkut politik atau strategis sedangkan kebijaksanaan berkaitan dengan kearifan tau kepandaian seseorang dalam menggunakan akal budinya.
3.       Pemakaian kata dari dan daripada
Sebenarnya pemakaian kedua kata tersebut berbeda karena maknanya juga berbeda.Kata dari digunakan untuk makna asal ( asal,tempat, dan asal bahan),sedangkan kata daripada menyatakan perbandingan.
          
 h. Memilih kata dalam bentuk frase yang tepat.
 i. Menghindari penggunaan frasa yang bersinonim secara bersamaan,

3.Syarat memilih kata yang tepat

Agar dapat memilih kata–kata yang tepat,maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan      berikut ini.
a)      Kita harus bisa membedakan secara cermat kata–kata denotative dan konotatif,bersinonim dan hamper bersinonim,kata–kata yang mirip dalam ejaannya.seperti : bawa-bawah,kooperasi-korporasi,interfensi-interferensi.
b)      Hindari kata–kata ciptaan sendiri atau mengutip kata–kata orang terkenal yang belum diterima di masyarakat.
c)      Waspadalah dalam menggunakan kata-kata yang berakhiran kata asing atau bersufiks bahasa asing,seperti: kultur-kultural,biologi-biologis,idiom-idiomatik,strategi-strategis dan lain-lain.
d)      Kata-kata yang menggunakan kata depan harus digunakan secara idiomatic seperti kata ingat harus ingat akan bukan ingat terhadap,membahayakan sesuatu bukan membahayakan bagi,takut akan bukan takut sesuatu.
e)      Kita harus membedakan kata khusus dan kata umum.
f)        Kita harus memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
g)      Kita harus memperhatikan kelangsungan pilihan kata.


4.Diksi dalam kalimat

  Diksi dalam kalimat adalah pilihan kata yang tepat untuk ditempatkan dalam kalimat sesuai makna,kesesuaian,kesopanan,dan bisa mewakili maksud atau gagasan.makna kata itu secara leksikal banyak yang sama,tetapi penggunaannya tidak sama.seperti kata penelitian,penyelidikan.Kata–kata tersebut bersinonim  mempunyai arti yang sama ),tetapi tidak bisa di tempatkan dalam kalimat yang sama. Contoh dalam kalimat : “ Mahasiswa tingkat akhir harus mengadakan penelitian untuk membuat karya ilmiah sebgai tugas akhir dalam studinya.

5.Fungsi Diksi

            Diksi dapat difungsikan :

Ø Untuk mencengah kesalah pahaman
Ø Untuk mencapai target komunikasi yang efektif
Ø Untuk melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal
Ø Supaya suasana yang tepat bisa tercipta
Ø Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat ( sangat resmi, resmi, tidak resmi )sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.







BAB III
 PENUTUP

A.      KESIMPULAN

     Dalam KBBI (2002-264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk mengungkapkan gagasan sehingga efek tertentu seperti yang diharapkan dalam kata lain Diksi adala pilihan kata.
     Dalam pemilihan kata banyak hal yang harus diperhatikan agar orang yang mendengarkan atau yang membaca,mengerti apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tulis serta mempermudah komunikasi,seperti memperhatikan kosakata,kata baku dan tidak baku,kata-kata yang lugas dan lain-lain.
     Adapun fungsi Diksi yaitu:
v Untuk mencegah kesalah pahaman.
v Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
v Untuk Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
v Supaya suasana yang tepat bisa tercipta.
v Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi,resmi,tidak resmi)
sehingga menyenangkan pendengar dan pembaca.
        
              B.SARAN

Kita sebagai bangsa Indonesia sebaiknya menggunakan pemiihan kata yang baik dan benar,baik itu dalam berkomunakasi secara formal maupun non formal. Gunakanlah diksi yang tepat pada ruang lingkup yang sesuai dimana kita berinteraksi dan berkomukasi.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar